CERITA INSPIRASIII

Nama   : Muhammad Lutfi Arifianto

NIM    : G74100072

Laskar  : 12

Sahabat adalah seorang yang mampu memberi kita semangat, keceriaan, ketenangan, dan inspirasi. Tanpa sahabat kita tak bisa menjalani hidup ini dengan lancar karena pada dasarnya manusia tak bisa hidup sendiri.Manusia adalah makhluk social yang membutuhkan satu sama lain untuk bertahan hidup.

Arif, Ina, dan Vita adalah teman akrab. Mereka telah berteman sejak masa SMA. Perkenalan mereka dimulai ketika mereka hendak memasuki dunia kuliah, kebetulan mereka mendapat kuliah yang sama di sebuah Perguruan Tinggi Negeri ternama di Indonesia.

Arif adalah sosok orang yang paling dewasa di antara mereka betiga. Sikapnya yang pendiam, bijaksana, adil, dan berwibawa membuat temannya memanggil ketua. Di samping sikapnya yang bijaksana, adil, dan berwibawa, Ia mempunyai sikap egois dimana semua harus sesuai dengan keinginannya. Tapi keegoisannya itu tidak Ia ceritakan atau tunjukkan secara terang-terangan kepada orang lain. Jika Ia tida suka terhadap sesuatu maka Ia berdiam diri dan meninggalkan sesuatu yang Ia tidak suka.

Berbeda dengan Arif, Ina sosok wanita yang paling manja. Hidupnya penuh dengan keglamoran harta namun Ia mempunyai ssii baik dimana Ia sangat mudah bergaul dengan orang lain dan Ia sangat menghargai persahabatan teman-temannya.

Terakhir Vita, Ia sosok wanita yang baik, ramah, dan penyabar. Hampir sama dengan Arif terkadang Ia suka menangis apabila Ia bersalah dan tak mau mengungkapkan apa yang Ia rasakan.

Suatu hari mereka bertiga ingin mengadakan kumpul bareng membahas tugas yang diberikan oleh Senior mereka. Mereka sepakat mengadakan pertemuan pukul 09.00 WIB di sebuah minimarket.

Hari yang ditentukan tiba, pagi itu Arif tiba setengah jam lebih awal dari kesepakatan mereka. Arif menunggu lebih awal dengan harapan agar tidak telat petemuannya. Ia menunggu dengan penuh harapan agar berjumpa dengan sahabat-sahabatnya.

Jam telah menunjukkan pukul 09.00 WIB namun Arif belum melihat sahabat- sahabatnya. Ia pun mengirim pesan kepada Vita, “ Kalian dimana?”. Vita pun menjawab pesan Arif  “ Aku lagi nunggu Ina sarapan, tunggu sebentar”. Mendapat balasan pesan itu Arif dengan bijak mengambil keputusan untuk menunggunya.

Hari semakin siang namun mereka belum berkumpul. Arif sudah mulai bosan dan kesal kepada sahabatnya. Ia pun meninggalkan tempat itu dengan hati marah. Akhirnya Ia sampai ke Asramanya, namun beberapa saat Vita mengirim pesan, “ Kamu dimana?”. Arif pun menjawab dengan pesan yang sangat singkat dan nada ketus, “ di Asrama.” tanpa penjelasan. Vita pun tahu kalau Arif sedang marah, Ia berusaha  menjelaskan kalau Ia tadi menunggu Ina sarapan kemudian ada temannya yang mengajak pergi “penting”. Arif tidak mau tahu, Ia tetap marah karena bukan kali ini Ia seperti itu.

Mengetahui sahabatnya marah, Vita dan Ina menjelaskan keadaan yang terjadi dengan berbagai cara. Namun semua itu tak mampu membuat Arif percaya. Vita pun menangis menyesal kepada dirinya sendiri, sedangkan Ina berusaha mencari jalan agar persahabatan mereka tidak rusak namun tidak berhasil. Persahabatan mereka pun pecah. Mereka mulai berjalan sendiri-sendiri, urusan tugas-tugas mereka kerjakan sendiri-sendiri. Pekerjaan mereka pun banyak yang kurang, jelek, dan kurang memuaskan tidak seperti saat mereka akrab ada yang membantu masing-masing.

Suatu peristiwa terjadi pada Arif yang akhirnya menyatukan mereka kembali. Arif pada suatu malam melihat malam bertabur bintang, bintang itu sangat banyak dan cantik di temani sang bulan. Tiba-tiba awan gelap menutupi bulan, Arif bergumam alangkah kurang lengkapnya malam tanpa bulan dan bintang yang saling mengisi keindahan langit gelap. Ia pun teringat kepada sahabatnya dan berpikir mungkin Ia terlalu egois, barangkali ada hal yang lebih penting dari pertemuan itu.

Akhirnya Ia mengirim pesan permintaan maaf kepada Vita dan Ina.Ia berujar bahwa Ia terlalu egois. Vita dan Ina pun memaafkan Arif dan menjelaskan keadaan sebenarnya. Ina dan Vita menjelaskan bahwa tadi Ia pergi membantu membuatkan tugas penting Arif yang belum selesai, tapi Ia lupa  memberitahu Arif. Arif pun sadar ternyata sahabatnya punya niat baik membantunya.

Sejak pesan itu mereka kembali akrab dan menjadi sahabat sejati yang selalu membantu saat satu sama lain saat ada yang mebutuhkan.

Hidup memang indah bersama SAHABAT

Posted in Uncategorized | Leave a comment